ULASAN NOVEL
Identitas karya
Judul Buku : Bintang
Pengarang:Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2017
Cetakan : ketiga (Juli 2017)
Tebal Buku : 380 Halaman
Harga Buku : Rp.97.000,00
Judul Buku : Bintang
Pengarang:Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2017
Cetakan : ketiga (Juli 2017)
Tebal Buku : 380 Halaman
Harga Buku : Rp.97.000,00
Ancaman
Mematikan Bagi Dunia Paralel
Setelah 3 kali
berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran, kini Raib,Seli dan Ali
kembali dihadapkan pada masalah yang jauh lebih besar. Hal ini bermula saat
petualangan mereka di Klan Bintang. Sebuah klan yang memiliki peradaban paling
maju dibanding Klan Bumi, Klan Bulan bahkan Klan Matahari sekalipun. Namun,
perjalanan mereka menjadi kacau ketika Raib dan teman-temannya menjadi buronan
Kota Zaramaraz. Dimana para penguasa Klan sangat membenci para pemilik
kekuatan.
Buku ini menceritakan peristiwa yang terjadi setelah
Raib dan teman-temannya berhasil kabur dari penjara Kota Zaramaraz, Klan
Bintang. Mereka bergegas memberitahu pesan penting kepada Pemimpin Klan Bulan
dan Klan Matahari. Rencana tersebut tak lain adalah ancaman oleh Sekretaris
Dewan Kota Zaramaraz yang akan meruntuhkan pasak bumi. Ketika hal itu terjadi,
maka 3 klan permukaan akan musnah, menyisakan Kota Zaramaraz dan era pemilik
kekuatan akan berakhir.
Melalui perundingan
kedua klan, Raib dan teman-temannya ditugaskan untuk kembali ke Klan Bintang.
Tidak seperti dulu, kini mereka membawa sebuah misi besar, yakni mengamankan
pasak bumi yang akan diruntuhkan oleh Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz tersebut.
Mereka didampingi Miss Selena, guru matematika mereka yang sebenarnya adalah pengintai
terbaik Klan Bulan beserta 10 anggota Pasukan Bayangan dan Pasukan Matahari.
Berkat kejeniusan Ali,
dari ribuan pasak yang ada, mereka dapat menyederhanakan kemungkinan pasak
manakah yang akan diruntuhkan oleh Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz tersebut. Mereka
hanya perlu memeriksa 6 titik kemungkinan pasak itu berada. Selain itu , Ali
juga berhasil menemukan jalan ke Klan Bintang yang lebih efisien dan aman untuk
petualangan mereka.
Misi ini akan diakukan sebulan setelah
perundingan antar klan terjadi. Miss Selena dan 10 Anggota Pasukan akan
menggunakan kapsul buatan para ilmuwan Klan Bulan dan Klan Matahari. Sedangkan
Raib dan teman-temannya memilih menggunakan kapsul ILY buatan Ali sebagai
kendaraan menuju klan Bintang. Setelah semua berkumpul di halaman rumah Seli,
Raib segera membuka portal menuuju Klan Bintang lewat Buku Kehidupan miliknya.
Rombongan tersebut memilih untuk
mendarat di Ruangan Padang Rumput milik Meer. Meer adalah seorang ilmuwan Klan
Bintang yang membantu mereka selama berada di klan tersebut. Sayangnya mereka
tidak menyadari, bahwa ruangan tersebut telah dimata-matai oleh pasukan Klan
Bintang. Pertarungan pun tak terelakkan. Meski berhasil melewati rintangan
pertama, pertualangan ini tetaplah tidak mudah.
Mereka harus menelan
pahitnya kenyataan. Setelah kehilangan Panglima Barat Saad dan anggota Pasukan
Bayangan lainnya, pasak pertama yang mereka temukan bukanlah pasak yang akan
dihancurkan oleh Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz. Tak putus asa, mereka kembali
melnjutkan perjalanan untuk memeriksa 5 titik lagi untuk menemukan pasak
tersebut.
Petualangan mereka tak
mudah. Hampir saja mereka akan dijadikan santapan oleh ribuan laba-laba raksasa
Klan Bintang. Beruntung Raib dapat memecahkan masalah ditengah-tengah
kegentingan. Tidak selamanya bahaya, mereka bertemu dengan teman –teman baru di
Ruangan Padang Sampah, sekaligus berjumpa dengan teman lama di Ruangan Padang
Senyap.
Raib, Seli dan Ali berjumpa kembali
dengan Faar, seorang pemilik kekuatan sekalius teman baik mereka selama berada
di Kota Zaramaraz. Faar menyelamatkan Raib dan teman-temannya yang sekarat.
Sayang, pertemuan menyenangkan tersebut berakhir ketika Sekretaris Dewan Kota
berhasil memanggil Armada Kedua Klan Bintang dan membuat kekacauan disana.
Raib dan teman-temannya behasil
meloloskan diri dan meneruskan misi mereka. Hingga akhirnya ketika mencapai
lokasi ke-6, mereka menyadaribahwa mereka gagal. Semua pengorbanan mereka
selama ini sia-sia. Tidak ada pasak bumi yang akan diruntuhkan dari keenam
titik yang mereka lalui.
Disaat itulah Raib menggunakan kemampuan
terhebatnya, yakni berbicara dengan alam. Mereka menyusup kedalam Kantor Dewan
Kota dan memecahkan teka-teki dan berhasil menemukan lokasi pasak tersebut. Dan
bersatu untuk membentuk formasi makhluk cahaya untuk menggagalkan rencana itu.
Raib dan teman-temannya berhasil
menyelamatkan dunia paralel, sekaligus mendatangkan ancaman paling menakutkan
bagi keempat klan. Si Tanpa Mahkota telah bebas. Nama yang sudah disebut-sebut
pada petualangan pertama mereka, yang konon memiliki kekuatan terbesar. Dan ternyata,
merekalah yang telah melepasnya.
Bintang adalah buku yang ditunggu-tunggu oleh
penggemar novel fantasi karya Tere Liye. Apalagi novel ini bukanlah akhir dari
perjuangan yang dialami oleh para tokohnya. Justru novel ini mengawali konflik
terbesar yang akan dihadapi oleh Raib
dan teman-teman. Alur cerita yang sulit ditebak mampu mematahkan ekspetasi
pembacanya.
Bahasa
yang digunakan dalam novel ini adalah bahasa yang sukar dipahami oleh pembaca
awam. Bagi penggemar setia mungkin tidak asing pada istilah-istilah dalam buku
ini, lain halnya dengan pembaca baru.
Dikarenakan
alur cerita yang saling berkaitan pada seri-seri sebelumnya, ada baiknya agar
pembaca terlebih dahulu mengikuti novel ini dari seri Bumi, Bulan dan Matahari.
Dengan ini pembaca akan mudah mengikuti alur dan konflik yang disajikan.
cool shiss
BalasHapus